Ads Top

DARI MANA MALAIKAT TAHU MANUSIA AKAN BERBUAT KERUSAKAN DIMUKA BUMI?

gambar dari santrinews
Melalui firmannya Allah telah memberitahukan kepada para malaikat sebagaimana yang berbunyi dalam surah Al-Baqarah: 30: "Sesungguhnya, Aku (Allah) hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."

Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsirnya Al-Munir menjelaskan bahwa kisah atau komunikasi dialog yang terjadi antara Allah dengan para malaikat-Nya ini adalah semacam perumpamaan, dengan menampilkan makna-makna abstrak dalam bentuk hal-hal yang kasatmata agar manusia lebih mudah memahami. Dalam kisah ini dijelaskan betapa tingginya Allah memuliakan manusia, yaitu dengan dipilih-Nya Adam sebagai khalifah di muka bumi serta diajari-Nya bahasa-bahasa yang tidak diketahui oleh para malaikat. Hal ini mengharuskan manusia beriman kepada sang Khaliq yang Maha mulia ini. Siapa pun tidak patut ingkar dan menentang. Kisah ini masih merupakan kelanjutan ayat-ayat sebelumnya yang berisi celaan terhadap orang-orang kafir dan mengingatkan mereka akan karunia-karunia Allah kepada mereka.

Dalam ayat 30 surat Al-Baqarah tersebut, Allah menegaskan hendak akan menciptakan Adam berserta keturunannya di mana sebagiannya akan menguasai atas sebagian yang lain (menjadi khalifah) sebagaimana firman-Nya: "Dan Dia-lah yang menjadikan kamu sebagai penguasa-penguasa di bumi." (QS. Al-An'am: 165)

Dalam surat lain Ia juga berfirman, "Dan (Dia -lah) yang menjadikan kalian (manusia) sebagai khalifah di muka bumi." (QS. An-Naml: 62)

Ibnu Katsir menjelaskan dalam bukunnya Qashashul Anbiya bahwa beberapa ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah mengabarkan kepada mereka yakni para malaikat tentang proses penciptaan Adam dan anak-anak keturunannya sebagaimana Dia juga telah memberitahukan tentang perkara yang sangat besar sebelum penciptaan Adam. Karena itu, para malaikat kemudian bertanya berdasarkan hikmah yang dihasilkan dari pengamatan dan pengetahuan, bukan karena penolakan, pengingkaran, sifat negatif, dan kedengkian mereka terhadap Adam dan keturunannya sebagaimana anggapan sebagian ahli tafsir yang tidak mengerti.

Hal ini juga ditegaskan oleh Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsirnya bahwa mayoritas ulama sepakat jikasemua malaikat itu maksum, terjaga dari semua dosa. Bahwa Allah memberi tahu para malaikat tentang penciptaan Adam dan penunjukannya menjadi khalifah di bumi mengajar hamba-hamba-Nya tentang musyawarah dalam segala urusan mereka. Perkataan para malaikat "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya" bukan protes atau dengki kepada Adam dan anak cucunya melainkan sekadar pertanyaan yang didasari rasa ingin tahu dan ingin menyingkap hikmah di balik hal itu.

Para malaikat bertanya, "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah?" (QS. Al-Baqarah: 30)

Pertanyaan: Dari mana mereka mengetahui hal itu sehingga mereka menyatakan keheranan terhadapnya, padahal perkara itu adalah urusan gaib?

Dari Ibnu Kathir, sebagaimana yang telah dikatakan oleh Qatadah. Diceritakan bahwa para malaikat telah mengetahui bahwa sebelumnya telah terjadi hal seperti itu (penumpahan darah), seperti yang pernah mereka saksikan sendiri pada kehidupan bangsa jin dan bin (al-bin / Mungkin maksudnya adalah hin (al-hin). Mereka adalah satu golongan dari bangsa jin -baca footnote Qashashul Anbiya) sebelum Adam diciptakan.

Abdullah bin Umar (Abdullah bin Umar bin Khaththab al-'Adawi, wafat tahun 73 H. (Asadul Ghabah, 3/140).) berkata, "Seribu tahun sebelum Adam, kaum bangsa jin sudah melakukan pertumpahan darah. Selanjutnya, Allah kemudian mengutus para pasukan malaikat untuk mengusir kaum jin-jin itu ke wilayah pesisir." Begitu pula Ibnu Abbas mengatakan hal yang serupa. 

Pendapat kedua, menurut al-Hasan, para malaikat mengatakan hal demikian itu berdasarkan ilham yang diterima oleh mereka.

Pendapat ketiga, ada pula yang mengatakan bahwa para malaikat berkata seperti itu setelah diperlihatkannya kepada mereka sebagian informasi yang terdapat di Lauhul Mahfuzh.

Pendapat keempat, Ada pula yang mengatakan bahwa para malaikat berkata demikian setelah diberitahu oleh malaikat Harut dan Marut, berdasarkan informasi dari malaikat yang berada di atas mereka berdua tentang terjadinya pertumpahan darah itu. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim dari Abu Ja'far al-Baqir.

Pendapat kelima, ada pula yang mengatakan bahwa para malaikat telah mengetahui sesungguhnya tidaklah bumi itu diciptakan, kecuali pasti di dalamnya terdapat makhluk yang saling bermusuhan dan menumpahkan darah. Padahal, kami para golongan malaikat senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan-Mu."

Maksudnya: "Kami (para malaikat) selalu menyembah-Mu. Tiada satu pun di antara kami yang berbuat maksiat kepada-Mu. Jika tujuan penciptaan mereka (Adam dan keturunannya) adalah untuk menyembah-Mu, di sini kami tidak pernah berhenti menyembah-Mu, siang dan malam."

"Dia (Allah) berfirman: 'Sesungguhnya, Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui'." Maksudnya: "Aku (Allah) lebih mengetahui kemaslahatan (sisi positif) dari penciptaan mereka (Adam dan keturunannya) yang tidak para malaikat ketahui." Bisa juga: "Di antara mereka nantinya akan ada yang menjadi para nabi, para rasul, orang-orang shidiq, para syuhada, dan orang-orang shaleh."

Hikmah di balik penunjukan Adam sebagai khalifah adalah rahmat kepada umat manusia. Alasannya, tanpa melalui perantara manusia tidak akan sanggup menerima perintah-perintah dan larangan-larangan dari Allah secara langsung. Maka sebagai bentuk rahmat-Nya, Dia mengutus para rasul dari jenis manusia sendiri. Meski demikian, para ahli tafsir berbeda pendapat tentang takwil kata khalifah (pengganti) dan penentuan siapa yang diganti oleh sang khalifah ini.

Daftar Pustaka:
Az-Zuhaili, Wahbah. Tafsir Al-Munir Jilid 1 (Jakarta: Gema Insani, 2013)
Kathir, Ibnu. Kisah Para Nabi (Jakarta: QisthiPress, 2015)

1 komentar:

  1. Bila masa Hawa diwujudkan maka lahirnya nafsu,oleh itu dosa pertama kasus buah larangan dtg Dari desakan Hawa.
    Jika ga makan buah itu Allah SWT tetap pindahkan mereka ke bumi

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.